Senin, 03 Februari 2014

SELAYANG PANDANG

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN

ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD







Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera, damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan terbuka. Upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat memanusiakan manusia dalam arti menaikkan harkat dan martabat manusia.
Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut hanya dapat dilakukan melalui pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subjek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan professional pada bidangnya masing-masing. Dalam era globalisasi dan pasar bebas saat ini, manusia dihadapkan pada perubahan-perubahan yang tidak menentu, ibarat nelayan di lautan lepas yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki kompas sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Hal tersebut telah mengakibatkan hubungan yang tidak linear antara pendidikan dengan tujuannya, yakni memanusiakan manusia. Manusia saat ini banyak bersentuhan dengan dunia materi yang kemudian semakin menggeser nilai-nilai spiritual dan kehidupan yang penuh kesalehan.
Akhirnya, banyak terlahir manusia yang berilmu pengetahuan tinggi tapi masih merangkak dalam hal etika bahkan bingung dalam menghadapi kehidupannya; demikian juga ilmuwan yang dengan kemampuan tekniknya sanggup mengendalikan alam tapi tidak sanggup mengendalikan dirinya sendiri. Dampaknya pada dimensi akhlak, khususnya terhadap generasi muda, adalah terjadinya perilaku asosial. Berkenaan dengan hal ini, mutlak untuk dicarikan langkah antisipasinya agar generasi muda kita sanggup menjawab tantangan global secara lebih jernih, objektif, dan proporsional.
Di sisi lain, masih sedikit lembaga pendidikan yang memperhatikan aspek intelektual sekaligus aspek spiritual siswanya secara seimbang, bahkan cenderung hanya mengeksploitasi anak didik dengan berbagai “doktrin” pengetahuan yang sebenarnya mematikan potensi kejeniusan anak didik itu sendiri. Walaupun ada lembaga pendidikan yang bermutu, namun para orang tua murid harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi, sehingga sulit bahkan mustahil untuk dijangkau oleh mereka yang miskin walaupun anak mereka mempunyai potensi untuk dikembangkan.


Yayasan Pendidikan Islam Nur Al-Barkah (YAPINA), sebagai lembaga pendidikan yang nantinya diharapkan bermutu dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan serta memainkan peran dan fungsinya lembaga pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam tujuan Pendidikan Nasional yaitu menyiapkan generasi penerus bangsa yang berwawasan keimanan dan ketaqwaan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, juga visi dan misi Kabupaten Bekasi yaitu Manusia Unggul yang Agamis, berbasis Agribisnis dan Industri berkelanjutan.
Atas dasar pemikiran tersebut, Yayasan Pendidikan Islam Nur Al-Barkah (YAPINA) senantiasa berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan maksimal kepada siswa/i  dengan pengadaan sarana serta fasilitas penunjang kegiatan yang memadai.